Minggu, 19 April 2015

CERPEN REMAJA
Ketika Cinta Pertama Datang Lalu Pergi
Oleh : Dewi Muyasaroh XI IIS4  SMA N 1 GOMBONG
Apa arti cinta menurut kalian?kalau menurut aku seperti ini. Cinta itu mengajarkan aku betapa indahnya sebuah kebersamaan. Cinta mengajarkan aku apa arti sebuah perjuangan. Cinta memberikan aku kesempatan untuk merasakan indahnya dicintai dan dicintai. Namun ketika cinta telah berpaling dariku apa aku sanggup untuk bertahan ? Apakah aku mampu melangkah dalam ketidak pastian? Aku hanya butuh  seorang yang benar-benar peduli dan sayang sama aku dan menerimaku apa adanya.
Ya itulah definisi cinta menurut aku. Banyak orang yang bilang kalau cinta itu indah. Tapi yang namanya cinta itu pasti sakit lah. Oke aku akan cerita tentang pengalamanku yang kurang lebih setahun yang lalu yang mengantarkan aku pada larutan kegalauan. Dan ini merupakan cerita cinta pertamaku juga lho.”. berawal dari jadinya aku sebagai anak baru yang bisa dibilang biasa saja. Tapi entah mengapa aku sekolah di SMA sudah memberanikan diri kenalan sama seorang cowo yang jauh di sana. Sebut saja dia cowo tersoleh yang pernah aku kenal dan dia anak yang rajin solat. Waah cowo idaman setiap wanita itu mah.hehe . Dia dulunya adalah ternyata kakak kelasku pas SD yang deket banget sama aku. Dan karena kedekatannya sampe-sampe aku manggilnya bukan kakak,tapi aku panggil namanya yaitu Inu. Tapi sejak lulus SD dia tinggal di jakarta dan sekolah di sana. Dan setelah beberapa tahun lamanya kita tidak bertemu dan akhirnya  kita dipertemukan saat hari raya Idul Fitri. Dihari fitri itu adalah hari terindah dan penuh berkah deh.
Awalnya aku nggak tau dia itu siapa,karena dia berbeda dari yang dulu. “De,apa kabar ?”. Tanyanya lirih. “alhamdulillah baik,maaf sebelumnya apa kita pernah kenal ?”. tanyaku penasaran. “aku Inu,kamu lupa sama aku,aku kakak kelasmu dulu dan kita sangat deket.. ?”dia menjawab dengan berusaha meyakinkan aku. “haah,Inu,kamu beda banget.,kamu apa kabar ?”.sautku dengan rasa penuh keheranan dan agak canggung. “aku baik kok,lama banget kita nggak ketemu,kamu juga beda sekarang udah gede,nggak kaya dulu yang masih cengeng.” Sautnya mengeledek.
Beberapa hari kemudian kita ketemu lagi di jalan,dan kita saling tuker nomor hp. Di malam yang dingin,dengan langit  penuh bintang. Seperti hatiku yang bersinar bercahaya melebih bintang-bintang di langit malam. Pandanganku tertuju ke luasnya langit malam  dan sambil memegang buku. Tiba-tiba,dret-dret dret..suara getaran hp nokia kecilku bergetar tanda ada pesan masuk. Ternyata 1 pesan masuk dari Inu.
“ selamat malam ade,lagi ngapain ?”.isi pesan dengan emot senyum.
“malam juga,lagi baca buku ajah,kamu lagi ngapain?”.balasku,dan sebenarnya buku hanya tak pegang.
Setelah panjang lebar bercerita dan asyik komunikasi lewat sms. Semakin hari pembicaraannya semakin akrab saja aku sama Inu. Hingga suatu malam di mengirim pesan dan menyatakan perasaannya ke aku.
“De,sudah lama aku suka sama kamu,dan sudah lama juga aku memendam perasaanku padamu,apa kamu juga suka sama aku?”. Itulah isi pesannya. Selang beberapa menit aku baru membalasnya. Aku sebenarnya juga suka sama Inu,tapi aku rada gugup dan loding lama bales pesannya. Lalu  akhirnya aku membalasnya. “mbb..emmm.. aku juga sebenarnya suka sama kamu nu.” Balasku . Lalu ada 1 pesan masuk dari Inu. “beneran kan de,? Kamu mau kan hubungan kita lebih dari teman ?”.isi pesannya. “iya aku mau”.jawabku.
Akhirnya aku dan Inu memiliki hubungan lebih dari sekedar teman. Aku sangat beruntung kenal sama Inu ,inu anaknya baik,soleh,dan perhatian. Pokoknya aku bangga sama dia lah. Inu setiap hari hampir selalu menghubungi aku cuma hanya sekedar tanya,udah makan belum,udah solat belum,jangan lupa belajar yah ?. ya walaupun hanya lewat sms,tapi aku senang sekali. Aku  selalu dikasih perhatian lebih sama Inu. Setiap hari hatiku bahagia berbunga-bunga bak luasnya taman bunga bermekaran di taman. Perhatian dan nasihat darinya selalu berharga buatku. Hingga kita semakin dekat setiap harinya meskipun hanya dekat berkomunikasi lewat ponsel ajah.
Suatu malam. Ketika aku sedang mengerjakan tugas sekolahku tiba-tiba..Dret-dret ..suara hpku getar. 1 pesan diterima,pesan dari Inu.
“De,maafin aku yah,aku harus kembali ke jakarta dan mungkin kita belum bisa ketemu ?”.
Ku kucek-kucek kedua mataku berpuluh kali. Ku ulangi membaca pesan singkat itu sampai lima kali. Mungkin aku salah baca karena mengantuk. Ternyata aku tidak salah baca! . seketika aku melamun. Rasa senyap pun ada dalam hati. Aku bmembalas pesan darinya. “ke jakarta?,apa kamu akan lama meninggalkan aku ?”.balasku.  beberapa menit kemudian.
“ iya de,aku akan lama di sana,tapi aku janji sama kamu,aku akan selalu beri kabar terus ke kamu kok,dan aku tidak akan melupakan kamu,aku sayang kamu. Percaya kan sama aku?”.Pesan dari Inu.
“iya aku percaya kamu kok nu,aku juga akan selalu sayang kamu meskipun kamu jauh di sana!” jawabku. Dengan mata berkaca-kaca lalu jatuhlah bulir kristal bening membasahi kedua pipiku.
Semakin hari semakin lama sudah aku jauh dari Inu,dan aku sangat merindukannya,aku  ingin rasanya mendengar suaranya walaupun hanya sesaat. Betapa ku sadari mungkin ini yang dinamakan cinta monyet bagiku. Aku baru kali ini merasakan kekuatan rasa cinta di dalam hatiku. Bahkan aku sulit mempercayai apa yang aku rasakan sekarang ini. “ Tapi kenapa akhir-akhir ini Inu jarang kasih kabar ke aku?”. Bisikku dalam hati kecilku. Mungkin dia sibuk dengan sekolahnya dan urusannya,aku juga harus ngertiin dia. Berpikirlah optimis tentang Inu.
Seketika malam aku mencoba mengirim pesan ke Inu. “Inu,selamat malam,sibuk yah,sampai lupa sama aku  ?”. sambil  menunggu balasan sms dari Inu,aku sempatkan untuk sekedar membaca ulang buku pelajaraku.
 beberapa jam kemudian barulah Inu membalas pesan dariku.
“malam juga,ngga!”. Jawabnya singkat. Aku heran dengan balesan smsnya itu,baru kali ini dia jutek kaya gitu bales pesannya. “kenapa kamu jarang ngasih kabar ke aku?”. Aku mencoba mengirim pesan lagi tanpa menghiraukan kejutekannya.
Dret..dreett,..beberapa menit kemudian. “aku sibuk de,maaf yah?”.balasnya. lalu aku mengirim pesan kembali. “apa kamu sesibuk itu.?” .lama menunggu balasan darinya,tetapi sampai pukul dua belas malam pun tidak  ada balasan darinya,hingga aku sampai  tertidur.
Paginya hari dengan cuaca yang tidak mendukung,akupun berangkat menuju sekolahku tercinta,tempatku menimba ilmu,tempatku menemukan dunia baru,dan tempatku menjadi pribadi remaja yang penuh dengan berjuta harapan dan impian. Dengan hati yang sedang tidak baik juga aku terpaksa mengikuti pelajaran di kelas walaupun sebenarnya materi yang diberikan oleh guru masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Huuu rasanya serasa naik jurang turun  gunung. Ehh kebalik ya. Wkwkw. Ya lah gara-gara si Inu belum membalas smsku,aku jadi engga PW gini.
Semakin lama ,Inu engga pernah sms,telfon bahkan nginbox juga ngga. Dan rupanya semakin lama aku merasa kehilangan penyemangat belajarku. Huu ya sudahlah sabar ajah mungkin dia bener-bener sibuk dengan dunianya dia. Aku Cuma bisa mendoakan dia saja .
Beberapa bulan kemudian
Dua bulan, seminggu,18 jam kemudian,tepatnya jam 8 malam, dreet dreet suara hp nokia kecilku bergetar. Ternyata satu pesan diterima dari Inu. “Wah wah apa aku salah baca,apa lagi mimpi  yah? “. Seperti yang di film saja ,kepalaku muncul tanda tanya beribu thuing-thuing. Lalu aku membaca isi sms dari inu yang dia bilang adalah “ maaf de,sepertinya kita tidak akan bisa sedekat dulu,!. Haah aku sangat teramat kaget saat aku membacanya. Dan aku langsung mengirim sms ke Inu. “ kenapa nu,kok kamu bilang gitu ke aku ?”. Dengan hati yang hancur berlebur-lebur dan berkeping-keping aku mencoba untuk memperjelas apa sebenarnya maksud dari omongannya itu. Dia membalas smsnya lagi. “karena aku di sini jauh dari kamu,dan aku juga pun takut terlalu banyak nyakiti kamu karena aku sibuk dengan kegiatanku di sini dan aku jarang menghubungi kamu ,dan kalau boleh jujur, aku sebenarnya udah punya sosok seorang temen deket “.  Huuulalaahh ampun deh betapa sakitnya hatiku setelah aku membaca perkataan itu dari pesan singkatmu. Terimakasih kau telah hadir di dalam hidupku sampai saat ini meskipun kamu meninggalkan luka yang membekas di dalam hatiku. Aku akan mengingatmu dan akan selalu menganggapmu sebagai sahabatku sampai kapanpun. Dan berharap kita bisa bertemu di lain waktu . berbahagialah kamu dengannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar