CERPEN REMAJA
Ketika Cinta Pertama Datang Lalu Pergi
Oleh : Dewi Muyasaroh XI IIS4 SMA N 1 GOMBONG
Apa
arti cinta menurut kalian?kalau menurut aku seperti ini. Cinta itu
mengajarkan aku betapa indahnya sebuah kebersamaan. Cinta mengajarkan
aku apa arti sebuah perjuangan. Cinta memberikan aku kesempatan untuk
merasakan indahnya dicintai dan dicintai. Namun ketika cinta telah
berpaling dariku apa aku sanggup untuk bertahan ? Apakah aku mampu
melangkah dalam ketidak pastian? Aku hanya butuh seorang yang
benar-benar peduli dan sayang sama aku dan menerimaku apa adanya.
Ya
itulah definisi cinta menurut aku. Banyak orang yang bilang kalau cinta
itu indah. Tapi yang namanya cinta itu pasti sakit lah. Oke aku akan
cerita tentang pengalamanku yang kurang lebih setahun yang lalu yang
mengantarkan aku pada larutan kegalauan. Dan ini merupakan cerita cinta
pertamaku juga lho.”. berawal dari jadinya aku sebagai anak baru yang
bisa dibilang biasa saja. Tapi entah mengapa aku sekolah di SMA sudah
memberanikan diri kenalan sama seorang cowo yang jauh di sana. Sebut
saja dia cowo tersoleh yang pernah aku kenal dan dia anak yang rajin
solat. Waah cowo idaman setiap wanita itu mah.hehe . Dia dulunya adalah
ternyata kakak kelasku pas SD yang deket banget sama aku. Dan karena
kedekatannya sampe-sampe aku manggilnya bukan kakak,tapi aku panggil
namanya yaitu Inu. Tapi sejak lulus SD dia tinggal di jakarta dan
sekolah di sana. Dan setelah beberapa tahun lamanya kita tidak bertemu
dan akhirnya kita dipertemukan saat hari raya Idul Fitri. Dihari fitri
itu adalah hari terindah dan penuh berkah deh.
Awalnya aku nggak tau
dia itu siapa,karena dia berbeda dari yang dulu. “De,apa kabar ?”.
Tanyanya lirih. “alhamdulillah baik,maaf sebelumnya apa kita pernah
kenal ?”. tanyaku penasaran. “aku Inu,kamu lupa sama aku,aku kakak
kelasmu dulu dan kita sangat deket.. ?”dia menjawab dengan berusaha
meyakinkan aku. “haah,Inu,kamu beda banget.,kamu apa kabar ?”.sautku
dengan rasa penuh keheranan dan agak canggung. “aku baik kok,lama banget
kita nggak ketemu,kamu juga beda sekarang udah gede,nggak kaya dulu
yang masih cengeng.” Sautnya mengeledek.
Beberapa hari kemudian kita
ketemu lagi di jalan,dan kita saling tuker nomor hp. Di malam yang
dingin,dengan langit penuh bintang. Seperti hatiku yang bersinar
bercahaya melebih bintang-bintang di langit malam. Pandanganku tertuju
ke luasnya langit malam dan sambil memegang buku. Tiba-tiba,dret-dret
dret..suara getaran hp nokia kecilku bergetar tanda ada pesan masuk.
Ternyata 1 pesan masuk dari Inu.
“ selamat malam ade,lagi ngapain ?”.isi pesan dengan emot senyum.
“malam juga,lagi baca buku ajah,kamu lagi ngapain?”.balasku,dan sebenarnya buku hanya tak pegang.
Setelah
panjang lebar bercerita dan asyik komunikasi lewat sms. Semakin hari
pembicaraannya semakin akrab saja aku sama Inu. Hingga suatu malam di
mengirim pesan dan menyatakan perasaannya ke aku.
“De,sudah lama aku
suka sama kamu,dan sudah lama juga aku memendam perasaanku padamu,apa
kamu juga suka sama aku?”. Itulah isi pesannya. Selang beberapa menit
aku baru membalasnya. Aku sebenarnya juga suka sama Inu,tapi aku rada
gugup dan loding lama bales pesannya. Lalu akhirnya aku membalasnya.
“mbb..emmm.. aku juga sebenarnya suka sama kamu nu.” Balasku . Lalu ada 1
pesan masuk dari Inu. “beneran kan de,? Kamu mau kan hubungan kita
lebih dari teman ?”.isi pesannya. “iya aku mau”.jawabku.
Akhirnya aku
dan Inu memiliki hubungan lebih dari sekedar teman. Aku sangat
beruntung kenal sama Inu ,inu anaknya baik,soleh,dan perhatian. Pokoknya
aku bangga sama dia lah. Inu setiap hari hampir selalu menghubungi aku
cuma hanya sekedar tanya,udah makan belum,udah solat belum,jangan lupa
belajar yah ?. ya walaupun hanya lewat sms,tapi aku senang sekali. Aku
selalu dikasih perhatian lebih sama Inu. Setiap hari hatiku bahagia
berbunga-bunga bak luasnya taman bunga bermekaran di taman. Perhatian
dan nasihat darinya selalu berharga buatku. Hingga kita semakin dekat
setiap harinya meskipun hanya dekat berkomunikasi lewat ponsel ajah.
Suatu
malam. Ketika aku sedang mengerjakan tugas sekolahku
tiba-tiba..Dret-dret ..suara hpku getar. 1 pesan diterima,pesan dari
Inu.
“De,maafin aku yah,aku harus kembali ke jakarta dan mungkin kita belum bisa ketemu ?”.
Ku
kucek-kucek kedua mataku berpuluh kali. Ku ulangi membaca pesan singkat
itu sampai lima kali. Mungkin aku salah baca karena mengantuk. Ternyata
aku tidak salah baca! . seketika aku melamun. Rasa senyap pun ada dalam
hati. Aku bmembalas pesan darinya. “ke jakarta?,apa kamu akan lama
meninggalkan aku ?”.balasku. beberapa menit kemudian.
“ iya de,aku
akan lama di sana,tapi aku janji sama kamu,aku akan selalu beri kabar
terus ke kamu kok,dan aku tidak akan melupakan kamu,aku sayang kamu.
Percaya kan sama aku?”.Pesan dari Inu.
“iya aku percaya kamu kok
nu,aku juga akan selalu sayang kamu meskipun kamu jauh di sana!”
jawabku. Dengan mata berkaca-kaca lalu jatuhlah bulir kristal bening
membasahi kedua pipiku.
Semakin hari semakin lama sudah aku jauh dari
Inu,dan aku sangat merindukannya,aku ingin rasanya mendengar suaranya
walaupun hanya sesaat. Betapa ku sadari mungkin ini yang dinamakan cinta
monyet bagiku. Aku baru kali ini merasakan kekuatan rasa cinta di dalam
hatiku. Bahkan aku sulit mempercayai apa yang aku rasakan sekarang ini.
“ Tapi kenapa akhir-akhir ini Inu jarang kasih kabar ke aku?”. Bisikku
dalam hati kecilku. Mungkin dia sibuk dengan sekolahnya dan
urusannya,aku juga harus ngertiin dia. Berpikirlah optimis tentang Inu.
Seketika
malam aku mencoba mengirim pesan ke Inu. “Inu,selamat malam,sibuk
yah,sampai lupa sama aku ?”. sambil menunggu balasan sms dari Inu,aku
sempatkan untuk sekedar membaca ulang buku pelajaraku.
beberapa jam kemudian barulah Inu membalas pesan dariku.
“malam
juga,ngga!”. Jawabnya singkat. Aku heran dengan balesan smsnya itu,baru
kali ini dia jutek kaya gitu bales pesannya. “kenapa kamu jarang ngasih
kabar ke aku?”. Aku mencoba mengirim pesan lagi tanpa menghiraukan
kejutekannya.
Dret..dreett,..beberapa menit kemudian. “aku sibuk
de,maaf yah?”.balasnya. lalu aku mengirim pesan kembali. “apa kamu
sesibuk itu.?” .lama menunggu balasan darinya,tetapi sampai pukul dua
belas malam pun tidak ada balasan darinya,hingga aku sampai tertidur.
Paginya
hari dengan cuaca yang tidak mendukung,akupun berangkat menuju
sekolahku tercinta,tempatku menimba ilmu,tempatku menemukan dunia
baru,dan tempatku menjadi pribadi remaja yang penuh dengan berjuta
harapan dan impian. Dengan hati yang sedang tidak baik juga aku terpaksa
mengikuti pelajaran di kelas walaupun sebenarnya materi yang diberikan
oleh guru masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Huuu rasanya serasa
naik jurang turun gunung. Ehh kebalik ya. Wkwkw. Ya lah gara-gara si
Inu belum membalas smsku,aku jadi engga PW gini.
Semakin lama ,Inu
engga pernah sms,telfon bahkan nginbox juga ngga. Dan rupanya semakin
lama aku merasa kehilangan penyemangat belajarku. Huu ya sudahlah sabar
ajah mungkin dia bener-bener sibuk dengan dunianya dia. Aku Cuma bisa
mendoakan dia saja .
Beberapa bulan kemudian
Dua bulan,
seminggu,18 jam kemudian,tepatnya jam 8 malam, dreet dreet suara hp
nokia kecilku bergetar. Ternyata satu pesan diterima dari Inu. “Wah wah
apa aku salah baca,apa lagi mimpi yah? “. Seperti yang di film saja
,kepalaku muncul tanda tanya beribu thuing-thuing. Lalu aku membaca isi
sms dari inu yang dia bilang adalah “ maaf de,sepertinya kita tidak akan
bisa sedekat dulu,!. Haah aku sangat teramat kaget saat aku membacanya.
Dan aku langsung mengirim sms ke Inu. “ kenapa nu,kok kamu bilang gitu
ke aku ?”. Dengan hati yang hancur berlebur-lebur dan berkeping-keping
aku mencoba untuk memperjelas apa sebenarnya maksud dari omongannya itu.
Dia membalas smsnya lagi. “karena aku di sini jauh dari kamu,dan aku
juga pun takut terlalu banyak nyakiti kamu karena aku sibuk dengan
kegiatanku di sini dan aku jarang menghubungi kamu ,dan kalau boleh
jujur, aku sebenarnya udah punya sosok seorang temen deket “.
Huuulalaahh ampun deh betapa sakitnya hatiku setelah aku membaca
perkataan itu dari pesan singkatmu. Terimakasih kau telah hadir di dalam
hidupku sampai saat ini meskipun kamu meninggalkan luka yang membekas
di dalam hatiku. Aku akan mengingatmu dan akan selalu menganggapmu
sebagai sahabatku sampai kapanpun. Dan berharap kita bisa bertemu di
lain waktu . berbahagialah kamu dengannya.